WikiLeaks ki opo???

WikiLeaks ??
WikiLeaks didirikan oleh warga Australia bernama Julian Paul Assange. Mantan hacker ini mengaku sangat suka mengembangkan sistem yang besar dan membuat repot para penguasa. WikiLeaks secara resmi beroperasi di bawah organisasi yang diberi nama Sunshine Press dan mengaku mendapat dana dari para pegiat hak asasi manusia, wartawan investigatif, ahli teknologi, dan khalayak umum. Di dalam situs web ini setiap orang boleh mengirimkan informasi ke WikiLeaks tanpa harus menyebutkan nama, namun tetap dalam persetujuan sebuah tim yang terdiri dari para wartawan dan staf WikiLeaks sendiri yang nantinya akan memutuskan apakah dokumen itu layak dimuat atau tidak di situs mereka.
Situs web WikiLeaks khusus didirikan untuk membongkar dokumen-dokumen rahasia secara aman, tanpa membahayakan sang pembisik. Dengan demikian orang-orang yang ingin menyampaikan informasi tentang perusahaan atau pemerintah tidak usah pergi ke pers. Mereka menggunakan WikiLeaks sebagai saluran informasi yang menjamin anonimitas. WikiLeaks memeriksa kredibilitas sang pembisik. Di samping itu WikiLeaks juga menjamin bahannya bisa tetap diaskses. Kalau satu server diblokir, server yang lain mengambil alih. Situs yang didalamnya terdiri dari hacker handal tersebut pada halaman depannya tertulis kalimat yang intinya, “Kami yakin, bahwa transparansi dalam aktivitas pemerintahan dapat mengurangi tindak korupsi, meningkatkan efisiensi pemerintahan dan memperkuat demokrasi”.
Pada bulan April 2010 WikiLeaks mempublikasikan rekaman video yang menggemparkan dunia maya maupun dunia nyata yaitu video tentang serangan mematikan sebuah helikopter di Baghdad terhadap sekelompok warga sipil, dua orang di antaranya pekerja kantor berita Reuters. Sejak itu, lebih dari tujuh juta orang mengakses video tersebut di portal Youtube. Dan sejak tanggal 29 Mei lalu, serdadu Amerika Serikat Bradley Manning ditahan di penjara militer di Kuwait karena dituduh membocorkan rekaman tersebut kepada WikiLeaks. Manning dituntut hukuman penjara 52 tahun. Selengkapnya di http://lawan.us/wikileaks-ungkap-dokumen-rahasia-perang-afganistan/. Selain itu WikiLeaks juga pernah mempublikasikan informasi yang kontroversial. Salah satunya adalah dokumen perusahaan minyak Trafigura mengenai transportasi limbah beracun yang mematikan ke Pantai Gading. WikiLeaks juga mempublikasikan pedoman militer AS mengenai penjara kontroversial Guantanamo di Kuba.
Jadi sekarang tergantung para pembaca yang untuk bagaimana menyikapi WikiLeaks sendiri apakah baikah atau burukah atau netralkah anda?? Penulis sendiri memilih netral karena kurang tau akan keadaan politik dunia saat ini. hehhe

1 Comment

Filed under Uncategorized

Go Skate Go Green: Say No Global Warming!!!

Endank Soekamti : Go Skate Go Green
Cegah Global Warming Sekarang!!!
Mari mulailah cintai lingkungan kita dan mulai melakukkan pencegahan terhadap Global Warming agar kelak anak-cucu kita masih bisa menikmati Bumi kita ini. Sesuai dengan salah satu lirik lagu dari Band favorit saya Endank Soekamti yaitu “Go Skate Go Green” yang mengajak kita untuk serentak menyelamatkan Bumi ini. Lirik lagu terbaru dari Endang Soekamti salah satu band rock terbesar di Jogja ini mengajak kita para kaula muda untuk mulai merubah diri kita agar peduli terhadap lingkungan.
Go Skate Go Green
Dunia semakin panas, cuaca tak tentu
Bumi yang menua banyak bencana
Oooo,….
Reff:
Andaikan aku bisa kuhentikan perputaran dunia
Agar aku dan kamu perbaiki semuanya
Limbah dan polusi ozon berlubang
Kutub yabng mencair Laut meninggi
Reff:
Andaikan aku bisa kuhentikan perputaran dunia
Agar aku dan kamu perbaiki semuanya
Biar anak cucu kita bisa menikmati indahnya hidup dalam dunia

Bergerak serentak selamatkan Bumi
Demi masa depan kita sendiri
Andaikan aku bisa kuhentikan perputaran dunia
Agar aku dan kamu perbaiki semuanya
Coba menahan diri redam nafsu eksploitasi
Hijaukan tegnologi selamatkan bumi kita
Lagu ini menggambarkan tentang bahayanya Global Warming serta agar kita mulai ikut serta dalam pencegahan global warming dengan mulai berperilaku baik terhadap lingkunagn.
Global warming atau Pemanasan Global sendiri adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Hal itu dapat menyebabkan berbagai bencana seperti perubahan suhu secara ekstrem, mencairnya es yang ada di kutub sehingga daerah pantai bahkan pulau-pulau akan hilang terendam air laut. Udara akan menjadi sangat panas sehingga membuat tanah menjadi kering dan tidak bias ditanami apa-apa, manusia akan berebut makanan dan minuman untuk dapat bertahan hidup,
Untuk mengatasi Global warming tersebut mari mulai dari diri kita sendiri mulai dari hal-hal kecil.
1. Kurangi pemakaian plastic atau sterofoam mending gunakan plastic yang tidak sekali pakai sehingga dengan demikian akan banyak mengurangi penumpukan sampah di Bumu.
2. Ayo mulai tanam tanaman di sekiatar lingkungan kita agar bumi kita yang sudah panas menjadi lebih sejuk.
3. Kurangi pemakaian AC atau kalau bisa malah pakai kipas angin saja toh lebih murah dan juga lumayan untuk \mendinginkan.
4. Jangan buka kulkas terlalu lama.
5. Mari Budayakan “bike to work” atau lebih baik memakai kendaraan umum untuk menuju tempat yang jauh.
6. Jangan buang sampah sembarangan.
Mulailah dari melakukkan hal kecil tersebut dan Insya Allah Global Warming dapat dicegah. “Biar anak cucu kita bisa menikmati hidup dalam dunia!!
“Bergerak serentak selamatkanBumi”
“Demi masa depan kita sendiri”
” Para KAMTIS Family ayok pada selametin Bumi mulai dari Jogja kita tercinta,…..!!!
Inspired by: Endank Soekamti : Go Skate Go Green

2 Comments

Filed under Uncategorized

Berbagai Tanggapan : Penampakan Mbah Petruk Sebelum Gunung Merapi Meletus

Berbagai Tanggapan : Penampakan Mbah Petruk Sebelum Gunung Merapi Meletus
Berita penampakan mbah petruk di waktu subuh, sebelum letusan pertama gunung merapi, terekam oleh kamera berupa awan yang muncul di puncak merapi. Foto tersebut milik Suswanto , warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin 25 Oktober 2010 pukul 05.00 WIB dari rumahnya. Karena melihat awan merapi yang berbentuk seperti petruk kemudian langsung suswanto abadikan dengan kamera digital. Menurut beberapa sesepuh desa fenomena penampakan awan yang berbentuk Petruk tersebut merupakan suatu peringatan dari yang “mbau rekso” puncak merapi. Bahwa merapi akan meledak dengan besar dan ledakan akan menuju ke yYogyakarta karena awan yang berbentuk merapi mengarah ke Yogyakarta/ selatan.
Mbah Diur , sesepuh Dusun Gantan, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Magelang menjelaskan Merapi secara filosifi dan metafisis dikuasai beberapa arwah dari orang yang mumpuni. Salah satunya Nyai Petruk atau Mbah Petruk yang menguasai bagian puncak bersama mahkluk gaib lainnya, Den Mas Anwar, anak dari Pangeran Samber Nyawa penguasa Gunung Lawu. Petruk menguasai kawah dan Den Mas Anwar menguasai bagian puncak sampai ke dalamnya. Ada lagi tokoh ghaib lainnya yang diyakini berdiam di Gunung Merapi. Tokoh ghaib itu adalah pangeran Sambang Dalan, penguasa sisi kanan kiri lereng Merapi.
Namun sesungguhnya baik awan, langit, udara, air dan semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah SWT. Ketika berbentuk sesuatu sesungguhnya kehendak Allah semata, bahwa sebuah awan itu terjadi, kita semua menyadari bahwa di alam semesta ini bermilyar peristiwa yang terjadi, hal yang tidak masuk akal, adalah bermilyar peristiwa itu hanya mampu di tangani oleh akal manusia sendiri. Sehingga sebenarnya tergantung manusia yang menaggapinya sendiri denagn perspektif masing-masing. Saat ini tidak dapat kita abaikan bahwa masih banyak orang yang mempercayai hal-hal bersifat teologis / percaya akan hal-hal ghaib seoerti fenomena awan berbentuk Petruk tersebut. Orang seperti ini akan menganggap penampakan mbah petruk pada dimensi tertentu merupakan sebuah gambar awan yang oleh beberapa orang dapat dibaca sebagai sebuah warning. Tapi disebagian masyarakat juga telah mencapai tahap positivis yaitu sudah berpikir rasional yang hanya akan menganggap fenomena seperti itu sebagai isu yang tidak akan ditanggapi secara serius. Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subandriyo menilai asap berbentuk Petruk itu tidak ada arti apa-apa. Asap seperti itu bisa berbentuk apa saja. Kalau ada yang mengatakan itu pertanda akan ada letusan yang lebih besar saya rasa itu hanya mitos saja. Bentuk-bentuk seperti itu (mirip Petruk) memang bisa terjadi akibat adanya kombinasi bayangan. Seperti pada letusan Merapi pada tahun lalu, asap letusan juga pernah menyerupai patung manusia.
Jadi menurut penulis sendiri, ada baiknya kita waspada akan tanda-tanda lam yang terjadi yapi jangan mudah termakan isu seperti itu yang malah akan membuat kepanikan warga masyarakat sendiri. Tetap berdoa kepada Allah SWT serta percaya padaNya karena sebenarnya semua yang terjadi hanya atas kehendakNya dan sesungguhnya kekuatan mahluk halus itu amat-lah lemah. Dia tidak bisa mencelakai manusia, karena tugas dia adalah menggoda manusia, sesuai janji dia ketika turun ke bumi.

5 Comments

Filed under Uncategorized

Keistimewaan Yogyakarta

Keistimewaan Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta provinsi yang memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC , Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang).Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara. Pada 19 Agustus 1945 terjadi pembicaraan serius dalam sidang PPKI di Jakarta membahas tentang kedudukan Kooti. Sebenarnya kedudukan Kooti sendiri sudah dijamin dalam UUD, namun belum diatur dengan rinci. Dalam sidang itu Pangeran Puruboyo, wakil dari Yogyakarta Kooti, meminta pada pemerintah pusat supaya Kooti dijadikan 100% otonom, dan hubungan dengan Pemerintah Pusat secara rinci akan diatur dengan sebaik-baiknya. Usul tersebut langsung ditolak oleh Soekarno karena bertentangan dengan bentuk negara kesatuan yang sudah disahkan sehari sebelumnya. Puruboyo menerangkan bahwa banyak kekuasaan sudah diserahkan Jepang kepada Kooti, sehingga jika diambil kembali dapat menimbulkan keguncangan.
Keistimewaan Yogyakarta tidak patut dipertanyakan lagi. Pemerintah pusat juga tidak sepatutnya menyebut Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari monarki. ”Mereka yang mempertanyakan keistimewaan Yogyakarta tidak mengerti sejarah dan sumbangsih Yogyakarta,” kata sosiolog Hotman Siahaan dari Unair Surabaya. Menurut Hotman, menilai sistem pemerintahan di Provinsi DIY bersifat monarki jelas salah alamat. Kalau toh ada anggapan monarki, istilah itu dalam konteks simbolisasi kultural Jawa. Monarki itu jelas bukan monarki politik.”Pemerintahan di Yogyakarta menerapkan semua prinsip demokrasi dan administrasinya seperti halnya provinsi lain. Karena itu, tidak tepat jika Presiden tidak segera mengesahkan keistimewaan Yogyakarta.”
Keistimewaan Yogyakarta saat ini sedang hangat diberitakan di media massa terutama tentang RUU Keistimewaan Yogyakarta sendiri. RUU Keistimewaan DIY pertama kali diusulkan pada 2002 dan hingga kini belum juga diserahkan kepada DPR. Substansi kontroversial yang menyebabkan RUU ini tak juga beringsut adalah kepemimpinan DIY apakah dipilih langsung atau ditetapkan. Presiden SBY memerintahkan RUU itu intens digodok. Dia menyebutkan,”Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai demokrasi.” Statemen ini dimaknai bahwa SBY ingin Gubernur DIY dipilih lewat pilkada. Statemen itu juga disebut melukai perasaan warga Yogya. Padahal selama ini tidak da masalah yang terjadi di Yogyakarta karena Sri Sultan yang sekaligus menjabat menjadi Gubernur,selama ini Yogyakarta sendiri merupakan salah satu kota yang mempunyai ketenangan dalam pemerintahan dibandingkan di daerah lain.
Bahkan jika penentuan Gubernur jadi ditentukan berdasar pemilihan akan terjadi berbagai guncangan dalam kota Yogyakarta karena seperti diketahui saat ini mayoritas bahkan hampir semua masyarakat Yogyakarta mendukung Sri Sultan sebagai raja menjadi Gubernur . Jika RUU itu disahkan pemerintah maka akan terjadi ricuh penentangan UU tersebut untuk dicabut. Selain itu akan muncul berbagai kemungkinan jika RUU tentang keistimewaan Yogyakarta khususnya tentang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur akan dipilih disahkan pemerintah. Yaitu Sri Sultan tidak akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dan tidak akan ada warga Yogyakarta lain yang akan mencalonkan diri karena menghormati rajanya sehingga akan terjadio kekosongan pemimpin. Selain itu jika hal ini terjadi warga Yogyakarta sendiri tidak akan mau menjadi panitia Pemilu sehingga pemilihan Gubernur tidak dapat berjalan dengan lancer dan demokratis. Bahkan seumpama jika ada yang bersedia mencalonkan diri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur serta panitia pemilihan Gubernur dan Wagub maka akan terjadi bentrok antara warga Yogyakarta sendiri.
Kemungkinan yang akan terjadi hanya menyebabkan Yogyakarta yang saat ini tentram dan tidak ada masalah dalam pemerintahan menjadi morat-marit maka baiknya dalam hal ini pemerintah segera mensahkan RUU keistimewaan Yogyakarta sesuai dengan tuntutan warga Yogyakarta.

2 Comments

Filed under Uncategorized

George Simmel

George Simmel

GEORGE SIMMEL

A. Asal Dan Silsilah George Simmel
Simmel adalah seorang filosof dan sosiolog dari Jerman yang lahir di pusat kota Berlin pada tanggal 1Maret 1858, anak dari 7 bersaudara. Ayahnya adalah pengusaha sukes dari Yahudiyang beraliran katolik, sedangkan ibunya mengkonversi ke aliran protestan. Ayahnya meninggal saat Simmel masih muda, lalu Julius Friedlander ditunjuk sebagai walinya. Friedlander adalah teman dari keluarga Simmel dan pendiri penerbit internasional.

B. Latar Belakang Pendidikan
Julius meninggalkan kekayaan untuk Simmel yang dapat digunakannya untuk bersekolah hingga sarjana. Setelah lulus dari kuliah gymnasium, ia mempelajari sejarah dan filsafat di Universitas of Berlin dengan tokoh lain dan memperoleh gelar doctor filsafat pada tahun 1881 ( dengan tesisnya, “The Neture of Master Accordig to Kart’s Physical Monocologi” ). Ia tetap di Universitas Berlin hingga selesai kuliah, tidak seperti mahasiswa lain yang gemar berpindah-pindah. Karena itu ia menjadi privat dozen (1901) dan diangkat menjadi Profesor Ausserordentliche oleh pemilik akademi. Dan sejak saat itu, ia mulai produktif terhadap karya-karya dan terkenal hingga USA dan Eropa.

C. Pendapat Simmel Tentang Sosiologi
Menurut Simmel, sosiologi adalah:
 Sosiologi adalah ilmu pengetahuan khusus yang merupakan satu-satunya ilmu analisis yang abstrak diantara semua ilmu kemasyarakatan.
 Secara spesifik sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kedinamisan bentuk proses kebudayaan yang menekankan hubungan interaksi social antar individu atau antar masyarakat dimana keduanya adalah unsure yang saling ketergantungan dan saling mempengaruhi.

D. Pokok-Pokok Ajaran Simmel
a. Penekanan pada interaksi social bidang mikrososiologi dan dinamika kelompok, tipe-tipe proses social dan analisa konseptual terhadap masyarakat.
b. Mikrososiologi adalah ilmu yang mempelajari stuktur social termasuk perubahan-perubahan social dan masalah social tentang analisa mikro.

E. Hasil Karya Simmel
Selama hidunya, Simmel menerbitkan 22 buku yang terdiri atas 200 esay dan dan artikel. Diantaranya:
Philosophie des Geldes (1900)
Soziologie (1908)
Uber Soziale Differenzing: Soziologie Undpsykologische Untersuchungen, Leipzig (1890)
Probleme der Geschichtsphilosopie: Eine Erkenntnistheoretische Studie, Leipzig (1892)
Hauptprobleme der Phiosophie (1910)
Philosophische Cultur (1911)
Lebesanschauung (1918)
Concerning Social Differentiation (1890)
Conflict of Modern Cultur (1918)

F. Pemusatan Pandangan Tentang Sosiologi

Dalam bidang sosiologi, pusat perhatiannya terarah pada proses interaksi yang dianggapnya sebgai ruang lingkup primer sosiologi dan perkembangannya. Selanjutnya ia menyelidiki masalah solidaritas dan konflik yang dikaitkannya dengan besar kecilnya kelompok. Simmel berpandangan bahwa muncul dan berkembangnya kepribadian seseorang tergantung pada jaringan hubungan social yang dimilikinya yaitu pada keanggotaan kelompoknya.

GEORGE SIMMEL
George Simmel lahir sebagai anak bungsu dari 7 bersaudara pada 1 Maret 1858 di Berlin. Ayahnya seorang pengusaha yahudi yang baik yang beralih ke agama kristen dan meninggal ketika George masih muda, yang kekurangan dasar keluarga yang kuat.
Simmel sekolah di Universitas Berlin dan menerima gelar doktornya di tahun 1881. pengetahuannya mengenai medan dari sejarah, filsafat, ilmu jiwa, dan ilmu social. Pada tahun 1885 dia kembali sebagai penceramah yang tak di bayar di Universitas Berlin, mengajar kursus pada ilmu logika, dan sejarah dari filsafat, etika, ilmu jiwa, dan sosiologi. Pada 1890 Simmel menikahi seorang wanita bernama Gertrud, seorang filsafat yang terkenal dengan nama samaran Marie-Luise Enkendorf. Pada tahun 1903 Universitas Berlin memberi Simmel sebuah gelar kehormatan untuk meletakannya diatas level yang tidak membayar uang kuliah dan mengikutkannya di urusan komunitas akademi.
Simmel dikenal baik sebagai lelaki berotak encer dengan sebuah bakat luar biasa di kuliah. Ironisnya ketika Simmel menerima jabatan maha guru penuh di University of Strasbourg pada tahun 1914 dia merampas hampir semua waktu kulih untuk para mahasiswa dan mengubah balai kota menjadi rumah sakit militer karena itu pemberontakan dari berperang. Simmel mati dari pertengahan penyakit hati pada 20 September 1918, dengan singkat sebelum meninggal dari perang.
Simmel adalah penulis yang sangat profilik, dengan lebih dari 200 artikel ditulisnya. Dia juga menulis 20 buku mengenai filosofi, etika, dan sosiologi dan kebudayaan. Meskipun dia banyak menerbitkan, Simmel instansi yang cocok dari pengetahuan atau teori dan oleh karena itu dia tidak membuat sekolah untuk gagasan. Simmel mengutamakan konstribusi untuk sosiologi, dirinya sengaja bergabung di organisasi teori dari comte dan spencer. Simmel maju ke masyarakat yang bergantung pada jaringan yang lebih dari satu relasi diantara individu dan tetap berinteraksi dengan yang lainnya.

sumber

Bertanya email atau fb : Den_pampams@yahoo.co.id

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ferdinand Tonnies

FERDINAND TONNIES

A. Biografi Ferdinand Tonnies
Ferdinand Tonnies lahir di Schleswig, Jerman Timur pada tahun 1855 dan wafat pada tahun 1936. Sepanjang hidupnya ia bekerja di universitas kota Kiel. Ia merupakan salah seorang sosiolog Jerman yang turut membangun institusi terbesar yang sangat berperan dalam sosiologi Jerman. Dan ia jugalah yang melatarbelakangi berdirinya German Sosiological Association ( 1909, bersama dengan George Simmel, Max Webber, Werner Sombart, dan lainnya ). Ferdinand Tonnies memiliki berbagai karya diantaranya Gemeinschaft dan Gesellschaft (yang dipublikasikan pertamakali pada tahun 1887) yang selanjutnya diedit dan di alihbahasakan kedalam bahasa Inggris menjadi Community and Society (1957) oleh Charles P. Loomis, karyanya yang lain yang berupa essai-essai tentang sosiologi terdapat di dalam bukunya Einfuhrung in die Soziologie (An Introduction to Sociology). Diakhir usianya Tonnies adalah seorang yang aktif menentang gerakan NAZI di Jerman dan seringkali ia diundang menjadi Professor tamu di University of Kiel, setelah hampir masa hidupnya ia gunakan untuk melakukan penelitian, menulis, dan mengedit karya para sosiolog dimasanya.
B. Dua Tipe Masyarakat
Masyarakat bukan organisme yang dihasilkan oleh proses – proses biologis. Masyarakat adalah ciptaan karya manusia sendiri. Masyarakat adalah usaha manusia untuk mengadakan dan memelihara relasi – relasi timbal balik yang mantap. Kemauan manusia yang mendasari masyarakat. Berkenaan dengan kemauan itu, Tonnies membedakan antara Zweckwille, yaitu kemauan rasional yang hendak mencapai suatu tujuan dan Triebwille, yaitu dorongan batin berupa perasaan. Zweckwille, apabila orang hendak mencapai suatu tujuan tertentu dan mengambil tujuan rasional kearah itu. Biasanya di bidang ekonomi orang yang hendak mencari keuntungan atau jasa – jasa pelayanan di dorong oleh “Zweckwille”. Rangka tujuan itu mereka mendirikan kongsi- kongsi atau mengadakan relasi – relasi dagang, dimana bukan relasi sendiri menjadi pertimbangan melainkan tujuan yang mau dicapai melalui relasi itu. Dalam pencapaian tersebut, yang menuntun mereka adalah suatu pertimbangan rasional seperti materi, keuntungan, dan sebagainya. Zweckwille ini terlihat menonjol pada kalangan pedagang, ilmuwan, dan pejabat-pejabat yang kesemuanya mementingkan sikap yang rasional. Sedangkan dalam Triebwille, meliputi sejumlah langkah atau tindakan yang tidak hanya berasal dari akal budi, melainkan dari sifat, perasaan, hati dan jiwa seseorang yang bersangkutan Triebwille bersumber pada selera perasaan, kecenderungan psikis, kebutuhan biotis, keyakinan, maupun perasaan seseorang. tradisi atau keyakinan orang. Sehingga konsep ini menggambarkan dalam mengambil keputusan mengenai tujuan tertentu, seseorang dipengaruhi oleh perasaannya. Zweckwille ini terlihat pada kalangan petani, rakyat sederhana, seniman dan orang-orang yang lebih menggunakan perasaan dalam pekerjaannya. Misalnya, orang bekerja sama karena senang dengan keramaian atau karena ingin belajar atau mau menolong atau merasa diri berguna, kreatif dan sebagainya.
Triebwille paling menonjol dikalangan petani, orang seniman, rakyat sederhana, khususnya wanita dan generasi muda. Zweckwille lebih menonjol di kalangan pedagang, ilmuwan dan pejabat – pejabat umumnya orang – orang tua bersikap lebih rasional dan berkepala dingin daripada orang muda. Distringsi tersebut ini langsung berpengaruh atas corak dan cirri interaksi orang dalam kelompok atau masyarakat, sehingga kita dapat membedakan antara dua tipe masyarakat. Dengan konsep inilah corak dan ciri masyarakat terbagi, yakni menjadi gemeinschaft dan gesselschaft. Menurut Selo Soemarjan dan Solaeman Soemardi, gemeinschaft atau paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama yang sesuai dengan triebwille. Kebersamaan dan kerja sama tidak diadakan untuk mencapai tujuan dari luar, melainkan lebih dihayati sebagai tujuan dalam dirinya. Sehingga orang lebih merasa dekat satu sama lain dan memperoleh kepuasan tersendiri karenanya. Sedangkan gesselschaft lebih menggambarkan suatu kehidupan bersama yang sesuai dengan zweckwille. Gesellschaft atau petembayan ini lebih mengasosiasikan dimana suatu relasi kebersamaan dan kesatuan timbul dari faktor-faktor lahiriah, seperti persetujuan, peraturan, undang-undang, dan sebagainya. Unsur-unsur individu beserta masing-masing kepentingan dalam pencapaian suatu tujuan lebih ditonjolkan.
Seperti dibicarakan sebelumnya, Tonnies memiliki teori yang penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Gemeinschaft adalah bentuk hidup bersama yang lebih bersesuai dengan “triebwille”. Kebersamaan dan kerja sama tidak diadakan untuk mencapai suatu tujuan diluar, melainkan dihayati sebagai tujuan dalam dirinya. Toennies menyebutkan sebagai contoh keluarga, lingkungan tetangga, sahabat – sahabat, serikat pertukangan dalam abad pertengahan, gereja, desa dan lain sebagainya. Para oleh ikatan persaudaraan, simpati dan perasaan lainnya. Kata Toennies, “prototype semua persekutuan hidup yang dinamakan “Gemeinschaft” itu keluarga. Ketiga soko guru yang menyokong Gemeinschaft ialah :
a) Darah
b) Tempat tinggal atau tanah
c) Jiwa atau rasa kekerabatan, ketetanggaan, dan persahabatan. Ketiga unsur ini diliputi oleh keluarga. Unsur yang pertama bersifat konstitutif
Gesselschaft tipe asosiasi dimana relasi – relasi kebersamaan dan kebersatuan antara orang berasal dari faktor–faktor lahiriah, seperti persetujuan, peraturan, undang – undang dan sebagainya. Kata Toennies, “Teori Gesellschaft berhubung dengan perjumlahan atau kumpulan orang yang dibentuk atas cara buatan (artificial). Kalau dilihat sepintas – lalu saja, kumpulan itu mirip dengan Gemeinschsft, yaitu sejauh para anggota individual hidup bersama dan tinggal bersama secara damai. Tetapi dalam Gemeinschaft mereka pada dasarnya terus bersatu, sekalipun ada factor – factor yang memisahkan, sedang dalam Gesellschaft pada dasarnya mereka tetap berpisah satu dari yang lain.
Toennies memakai istilah “hidup yang organis dan nyata (real)” untuk relasi – relasi yang berlaku di dalam Gemeinschaft, dan istilah dalam Gesellschaft. Yang pertama membentuk suatu kesatuan hidup, dimana unsure kesatuan dan kolektifitas lebih menonjol. Pola interaksi yang berlaku dalam Gemeinschaft dan pola yang berlaku dalam Gesellschaft tidak saling menolak atau bertentangan satu terhadap yang lain.
C. Gemeinschaft dan Gesellschaft
Tonnies memiliki teori yang penting yang berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Tonnies memasukkan Gemeinschaft dan Gesellschaft di bukunya (1887) satu diantara beberapa nomor yang dipaparkan, sebagai salah satu teori yang bersifat modern. Menurutnya Gemeinschaft adalah sebagai situasi yang berorientasi nilai nilai, aspiratif, memiliki peran, dan terkadang sebagai kebiasaan asal yang mendominasi kekuatan sosial. Jadi baginya secara tidak langsung Gemeinschaft timbul dari dalam individu dan adanya keinginan untu memiliki hubungan atau relasi yang didasarkan atas kesamaan dalam keinginan dan tindakan. Individu dalam hal ini diartikan sebagai pelekat/perekat dan pendukung dari kekuatan sosial yang terhubung dengan teman dan kerabatnya (keluarganya), yang dengannya mereka membangun hubungan emosional dan interaksi satu individu dengan individu yang lain. Status dianggap berdasarkan atas kelahiran, dan batasan mobilisasi juga kesatuan individu yang diketahui terhadap tempatnya di masyarakat.
Sedang Gesellschaft merupakan sesuatu yang kontras, menandakan terhadap perubahan yang berkembang, berperilaku rasional dalam suatu individu dalam kesehariannya, hubungan individu yang bersifat superficial (lemah, rendah, dangkal), tidak menyangkut orang tertentu, dan seringkali antar individu tak mengenal, seperti tergambar dalam berkurangnya peran dan bagian dalam tataran nilai, latar belakang, norma, dan sikap, bahkan peran pekerja tidak terakomodasi dengan baik seiring dengan bertambahnya arus urbanisasi dan migrasi juga mobilisasi.
Tonnies memaparkan Gemeinschaft adalah wessenwill yaitu bentuk-bentuk kehendak, baik dalam arti positif maupun negatif, yang berakar pada manusia dan diperkuat oleh agama dan kepercayaan, yang berlaku didalam bagian tubuh dan perilaku atau kekuatan naluriah. Jadi, wessenwill itu sudah merupakan kodrat manusia yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Sedangkan Gesselschaft adalah Kurwille yaitu merupakan bentuk-bentuk kehendak yang mendasarkan pada akal manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan tertentu dan sifatnya rasional dengan menggunakan alat-alat dari unsur-unsur kehidupan lainnya. Atau dapat pula berupa pertimbangan dan pertolongan. Tonnies membedakan Gemeinschaft menjadi 3 jenis, yaitu :
1) Gemeinschaft by blood, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Didalam pertumbuhannya masyarakat yang semacam ini makin lama makin menipis, contoh : Kekerabatan, masyarakat-masyarakat daerah yang terdapat di Yogyakarta.
2) Gemeinschaft of placo (locality), yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong, contoh : RT dan RW.
3) Gemeinschaft of mind, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ideology atau pikiran yang sama.
Dimana, dari ketiga bentuk ini dapat ditemui pada masyarakat, baik di kota maupun di desa.
Oleh Tonnies juga dikatakan bahwa suatu paguyuban (gemeinschaft) mempunyai beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Intimate, yaitu hubungan menyeluruh yang mesra
2. Private, yaitu hubungan yang bersifat pribadi, khusus untuk beberapa orang saja
3. Exclusive, yaitu hubungan itu hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang-orang diluar”kita”
Di dalam gemeinschaft atau paguyuban terdapat suatu kemauan bersama (common will), ada suatu pengertian (understanding) serta juga kaidah-kaidah yang timbul dengan sendirinya dari kelompok tersebut. Apabila terjadi pertentangan antara anggota suatu paguyuban, pertentangan tersebut tidak akan dapat diatasi dalam suatu hal saja. Hal itu disebabkan karena adanya hubungan yang menyeluruh antara anggota-anggotanya. Tak mungkin suatu pertentangan yang kecil diatasi karena pertentangan tersebut akan menjalar kebidang-bidang lainnya. Keadaan yang agak berbeda akan dijumpai pada petembayan atau gesselschaft, dimana terdapat public life yang artinya bahwa hubunganya bersifat untuk semua orang; batas-batas antara “kami” dengan “bukan kami” menjadi kabur. Pertentangan-pertentangan yang terjadi antara anggota dapat dibatasi pada bidang-bidang tertentu sehingga suatu persoalan dapat dialokasikan.
D. Ferdinand Tonnies dan Evolusi tanpa Kemajuan
Durkheim menjelaskan tipologi perubahan masyarakat dengan membuat perbandingan “solidaritas mekanik” dan “solidaritas organik”, Spencer membuat tipe “masyarakat militer” vs “masyarakat industri”, Weber yang membagi “masyarakat agraris tradisional” dengan “masyarakat kapitalis”. Maka dibawah ini adalah tabel dikotomi serupa yang disajikan oleh Tonnies dalam Gemeinschaft und Gesellschaft (yang dipublikasikan pertamakali pada tahun 1887). Gemeinschaft (komunitas) ditandai oleh ikatan sosial bersifat pribadi, akrab, dan tatap muka (primer). Ciri-ciri ikatan sosial ini seperti yang dikemukakan sebelumnya ialah berubah menjadi impersonal, termediasi, dan sekunder dalam masyarakat modern (Gesellschaft). Keunikan pendekatan Tonnies terlihat dari sikap kritisnya terhadap masyarakat modern (Gesellschaft), terutama nostalgianya mengenai kehidupan tipe komunitas/kelompok/asosiasi (Gemeinschaft) yang lenyap. Tonnies adalah contoh langka penganut evolusionisme yang tak menganggap evolusi identik dengan kemajuan. Menurutnya, evolusi terjadi secara berlawanan dengan kebutuhan manusia, lebih menuju kearah memperburuk ketimbang meningkatkan kondisi kehidupan manusia. Dan dibawah ini adalah pemaparan Tonnies tentang perbedaan antar Gemeinschaft dengan Gesellschaft sebagai suatu perubahan yang justru bergerak kearah memperburuk, menurut dirinya.
Ciri Gemeinschaft(komunitas) Gesellschaft (masyarakat modern)
Hubungan sosial Ikatan Keluarga Pertukaran ekonomi
Institusi khas Keluarga Negara dan ekonomi
Citra tentang individu Kedirian Orang, warga
Bentuk kekayaan Tanah Uang
Tipe hukum Hukum keluarga Hukum kontrak
Institusi sosial Desa Kota
Kontrol sosial Adat dan agama Hukum dan pendapat umum
Ciri dari Gemeinschaft yaitu berbentuk komunitas sedangkan ciri dari Gesellschaft yaitu masyarakat modern
Tentang hal ini pula secara tidak langsung bagi Tonies faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan masyarakat dimana prinsip evolusi yang ia miliki hampir sama dan senada dengan prinsip evolusi ahli lain seperti Max Weber begitu juga dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara penyebab terjadi perubahan itu adalah adanya kecenderungan berfikir secara rasional, perubahan orientasi hidup, proses pandangan terhadap suatu aturan dan sistem organisasi. Sebagai contoh kasus ialah adanya suatu masyarakat bernama kampung Ambon di daerah Bekasi, dimana asalnya sebuah komunitas tersebut merupakan hanya kaum urban yang datang dari Ambon dan sekitarnya untuk mencari penghasilan dengan bekerja seadanya, namun seiring dengan perubahan masa, waktu dan zaman urbanisasi yang datang dari daerah tersebut semakin banyak dan mengikuti pendahulunya yang lain untuk menempati lokasi yang sama. Sehingga saat ini terbentuklan suatu masyarakat Ambon yang datang ke Jakarta setelah sebelumnya hanya sebuah komunitas belaka.
KESIMPULAN

Ferdinand Tonnies adalah seorang sosiolog yang lahir di Schleswig, Jerman Timur pada tahun 1855 dan wafat pada tahun 1936. Sepanjang hidupnya ia bekerja di universitas kota Kiel. Ia merupakan salah seorang sosiolog Jerman yang turut membangun institusi terbesar yang sangat berperan dalam sosiologi Jerman. Ferdinand Tonnies merupakan tokoh sosiologi yang mencetuskan teori Gemeinschaft dan Gesellschaft pada sekitar tahun 1988 dimana teori tersebut disambut dengan baik oleh kalangan masyarakat baik dari gereja. Tonnies yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Beliau meruakan contoh langka penganut evolusionisme yang tak menganggap evolusi identik dengan kemajuan, perbedaan antar Gemeinschaft dengan Gesellschaft sebagai suatu perubahan yang justru bergerak kearah yang lebih buruk, menurut dirinya. Ciri dari Gemeinschaft yaitu berbentuk komunitas sedangkan ciri dari Gesellschaft yaitu masyarakat modern.

Daftar Pustaka

K.J. Veeger. 1986. Realitas sosial. Jakarta: PT Gramedia.
P.J. Bouman. 1976. Sosiologi “Pengertian-Pengertian dan Masalah-Masalah”. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (ed). 1974. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Soekanto, soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Sztompka, Piotr. 2005. Sosiologi Perubahan Sosial (alih bahasa oleh Alimandan). Jakarta: Prenada Media.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sedih,….

Hari ini kamis tanggal 18 November 2010 masuk kuliah pertama setelah libur akibat bencana merapi, tadinya dikira masuk jam kedua tapi tiba2 hp berbunyi dan datang sms yang top markotop yang mengabariku bahwa masuk jam pertama…. Gundah, deg-degan dan panik rasanya apalagi tugas statistik yang masih menunggu dimejaku. Pagi jampertama kuliah masih oke dan nyantai dengan mata kuliah industri,….. Jam kedua presentasi berjalan lumayan lancar dengan menjadi moderator,…… Jam ketiga, inilah jam yang ditunggu-tunggu,….. UTS PKn,…. Mlam sebelumnya (belajar sekenanya, lelah, tugas menumpuk). Soal dibagi, kerjakan dan hasilnya UTS kali ini bertemakan “AjuuuuuuuuuUUUUURRRRRRRR”

Leave a comment

Filed under Uncategorized